The Car Matic and Perseneling ;

The Car Matic and Perseneling ;
*******************************************************************************
Mengendarai mobil bertransmisi
otomatis di jalanan ibukota atau
kota besar yang tak pernah lepas
dari jalanan macet, memang lebih
menjanjikan kenyamanan
ketimbang mobil bertransmisi
manual. Tapi dibalik kenyamanan
yang diperoleh, perangkat
persneling matik membutuhkan
perawatan melebihi taransmisi
manual, terutama dalam urusan
dengan gearbox.
Berikut hal-hal yang penting
diketahui:
1. Automatic Transmision fluid
Di dalam gearbox matik, ada fluida
yang namanya Automatic
Tranasmission Fluid (ATF), fungsinya
tidak sekedar melumasi. Prinsip
hidrolis dalam gearbox matik
memerlukan mediator. Terutama
untuk mengatur perpindahan gigi
dan merapatkan plat kopling. Jadi
kalau viskositas/kekentalannya
turun, tekanan yang dihasilkannya
akan berkurang.
2. Proses pembakaran
Karena tidak ada proses
pembakaran di tranasmisi matik,
turunnya viskositas fluida
disebabkan kontaminasi akibat
masa pakai. Ini tidak bisa dihindari,
karena setiap friksi yang terjadi di
plat kopling, pasti menghasilkan
muatan/grum pengkontaminasi.
3. Slip kopling
Gejala kerusakan transmisi matik
bisa dirasakan dari slip kopling.
Indikasinya terjadi
ketidakseimbangan putaran mesin
dengan laju mobil. Mesin sudah
meraung di putaran tinggi, tetapi
mobil berjalan dengan laju yang
tidak seimbang dengan deru suara
mesin.
4. Perpindahan gigi
Perpindahan gigi persneling juga
menyentak, tak halus seperti biasa.
Ini bisa dicek dengan memasukkan
persneling ke posisi D atau R, lalu
rem dilepas. Dalam kondisi sehat,
mobil langsung bergerak. Bila tidak,
patutu dicurigai ada masalah di
transmisi matik.
Tips Tambahan:
a. Jangan memasukkan tuas ke
posisi P (park) jika mobil belum
benar-benar berhenti.
b. Jangan biarkan mobil terpakir
dalam posisi D (drive). Kadang ini
dilakukan oleh pengemudi yang
biasa dengan mobil manual.
Kebiasaan seperti ini wajib
ditinggalkan, kalau tidak ingin plat
kopling mobil anda cepat rusak.
Cukup dengan memasukkan tuas ke
posisi P maka mobil terpakir dalam
posisi aman.


 - Bila anda sudah ingin start dengan transmisi matic
anda pertama-tama injak pedal rem dan kemudian
geser tuas transmisi menuju D (untuk bergerak maju)
atau R (untuk bergerak mundur), sesuai kebutuhan
anda.
- Setelah tuas digeser, lepas pedal rem yang anda injak
dibarengi dengan menonaktifkan parking brake (rem
tangan).
- Setelah melepas rem dan menonaktifkan parking
brake, kemudian injak pedal gas secara perlahan.
Perhatian, jangan menginjak pedal gas secara mendadak
atau terlalu dalam, karena dapat mempengaruhi
konsumsi BBM.
- Bila anda terjebak macet dan anda harus berhenti,
usahakan untuk menggeser tuas transmisi ke D, karena
bila tidak digeser dapat membuat kopling transmisi
automatic menjadi cepat habis (aus).
- Bila melewati jalanan menanjak geser tuas transmisi
dari D ke L/1, karena posisi ini merupakan posisi dimana
letak gear berada di tempat paling ringan, sehingga
mobil dengan mudah dapat melewati tanjakan.
- Bila akan memarkirkan kendaraan geser tuas dari D
ke P, karena biasanya jika tidak dilakukan, maka anak
kunci tidak akan bisa dilepaskan.
- Bagi pengendara pemula atau orang yang sama sekali
tidak dapat mengendarai mobil, belajar mobil dengan
persneling matik justru jadi lebih mudah. Mengingat
hanya perlu meletakkan atau mengistirahatkan kaki kiri
di tempat injakan kaki (foot rest), dan menggunakan
kaki kanan untuk menginjak pedal gas (akselerator)
atau menginjak pedal rem.
- Pada mobil dengan persneling matik, dalam keadaan
idle (pedal gas tidak diinjak), umumnya gas sudah cukup
besar, sehingga apabila tuas persneling diletakkan di D
(drive), mobil sudah akan bergerak perlahan dengan
sendirinya. Itu sebabnya, sebagai pengaman, mesin
tidak dapat dihidupkan, jika pedal rem tidak diinjak.
Pedal rem harus tetap diinjak setelah mesin hidup.
Sebab, jika tidak, tangkai persneling tidak dapat
dipindahkan dari huruf P (parking) ke huruf D.
- Setelah mobil bergerak, konsentrasi pengendara
hanya terpusat pada setir dan rem. Pengemudi sama
sekali tidak perlu menginjak pedal kopling atau
melepaskan injakannya saat menaikkan atau
menurunkan gigi persneling seperti orang yang
mengendarai mobil dengan persneling manual


 http://www.2.bp.blogspot.com/-E4L3QzCUg7E/Tni5WO4ohmI/AAAAAAAAAJY/F2TD046TeVc/s1600/matik-dalam.jpg

 Berkendara di jalanan macet layaknya di kota-
kota besar memang lebih nyaman bila
menggunakan mobil bertransmisi matik
dibandingkan mobil bertransmisi manual. Namun di
balik kenyamanan yang diperoleh, perangkat
persneling matik membutuhkan perawatan
melebihi transmisi manual, terutama pada urusan
dengan girbox. Berikut hal – hal yang harus
diperhatikan oleh pemilik kendaraan bertransmisi
matik. 1. Slip Kopling Kerusakan transmisi matik
dapat dirasakan dari slip kopling. Indikasinya
terjadi ketidakseimbangan putaran mesin dengan
laju mobil. Mesin sudah meraung di putaran tinggi,
namun mobil berjalan dengan laju yang tidak
seimbang dengan deru suara mobil. 2. Jangan
memasukkan tuas ke posisi P bila mobil belum
benar – benar berhenti. 3. Proses Pembakaran
Disebabkan tidak terdapat proses pembakaran di
transmisi matik, turunnya viskositas fluida karena
kontaminasi akibat masa pakai. Ini tidak dapat dihindari, Karena setiap friksi yang terjadi di plat kopling,
tentunya menghasilkan muatan/grum pengkotaminasi. 4. Automatic Transmision Fluid Pada gearbox matik,
terdapat fluida yang namanya AutomatikTransmission Fluid (ATF), fungsinya bukan hanya melumasi. Prinsip
hidrolis dalam girbox matik memerlukan mediator. Terutama untuk mengatur perpindahan gigi serta
merapatkan plat kopling. Jadi kalau viskositas kekentalannya turun, tekanan yang di hasilkan juga menjadi
berkurang. 5. Perpindahan Gigi Perpindahan gigi persneling pun menyentak, tidak halus seperti biasa. Ini
dapat di cek dengan memasukkan persneling dengan posisi D atau R, lalu rem di lepas. Dalam kondisi sehat,
mobil langsung bergerak. Jika tidak patut di curigai ada maslah di transmisi matik. 6. Jangan biarkan mobil
terparkir dalam posisi D. Kadang ini di lakukan oleh pengemudi yang terbiasa dengan mobil manual. Kebiasaan
seperti ini wajib di tinggalkan, jika tidak ingin plat kopling anda cepat rusak. Cukup dengan memasukkan tuas
ke posisi P, mobil terparkir pada posisi aman


 Tips Mengendarai Mobil Matic
1. Sebelum menyalakan mesin, pastikan tuas
persneling dalam posisi (P) demi keamanan,
meskipun beberapa mobil dalam posisi (N) tidak
masalah. Perhatikan pada saat mengganti posisi N
ke P, pedal rem harus diinjak meskipun mesin dalam
kondisi mati. Dan ketika akan start mesin, injak
pedal rem. Panaskan mobil secukupnya, biarkan
stasioner. Pada beberapa mobil premium, mesin
tidak bisa start sebelum sabuk pengaman dipakai.
2. Untuk mulai berjalan, injak rem, pindah tuas
persneling dari (P) ke (D) atau (R) jika ingin mundur.
Lepas rem dan jangan injak pedal gas sebelum mobil
bergerak. Tekan pedal gas secara lembut, jangan
diinjak spontan, bagi yang tidak terbiasa akan
mudah kehilangan kendali.
3. Selama berkendara pastikan kaki kiri anda benar-
benar tidak digunakan. INGAT jangan mengerem
dengan kaki kiri, selalu pergunakan kaki kanan
untuk pedal gas dan rem secara bergantian (kecuali
untuk keperluan balap, dan menyusul posting tips
untuk mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi).
4. Biasakan untuk menetralkan (N) dan
menggunakan rem tangan jika mobil berhenti dalam
waktu yang cukup lama (misal lampu merah),
KECUALI di tanjakan. Ini akan sedikit mendinginkan
transmisi. Musuh transmisi dan oli matic adalah
panas, jadi kalau kita bisa jaga, oli akan lebih awet
dan tentunya komponen transmisi.
5. Hindari parkir dengan cara didorong, baik maju
maupun mundur.
6. Apabila mobil mogok (aki diperkirakan soak)
jangan sekali-sekali menghidupkan dengan cara
didorong.
7. Untuk model tiptronic (bila difungsikan), jangan
memindah gigi secara beruntun.
8. Pindahkan segera tuas persneling ke (L) atau (3)
atau (2) sebelum memasuki turunan tajam dengan
sedikit menginjak pedal rem terlebih dahulu. JANGAN
memindah ketika mobil sudah meluncur turun.
9. Bila terdengar suara aneh dari transmisi
(dengung, kasar) sebaiknya segera berhenti cari
tempat aman dan matikan mesin.
10. Hindari BANJIR


  Cara mengemudi mobil
matic, mudah dan aman kok
Injak rem pakai kaki kanan, pencet tombol persneling
pakai jempol kiri.
Lanjutan dari posting sebelumnya yang di comment
Benny, supaya jelas saya sebutkan “mudah” dan “aman”
dalam context si pengemudi sudah punya SIM dan sudah
punya pengalaman cukup. Ini karena masih banyak
pengendara yang masih anti matic, apalagi karena
banyak pengendara matic yang terjun bebas dari
gedung-gedung parkir.
Padahal kalau dilihat kondisi lalulintas sehari-hari di
Jakarta macet dimana-mana, sewajarnya harus pakai
matic aja supaya nggak capek…
Mobil matic memang bisa berbahaya, kalau belum
paham. Ya sebetulnya mau matic ato normal pun sama-
sama ada bahayanya! Cuman karena matic mungkin
sesuatu yang baru, jadi begitu kecelakaan pakai matic…
pasti yang disalahkan maticnya duluan, ya kan?
Anyway busway, pengenalan perangkat dulu.
Pedal kaki di matic cuman 2, gas dan rem tok
Persneling nggak ada 1, 2, 3, 4 dan seterusnya,
adanya P untuk parking di posisi ini mobil tidak
dapat di maju mundurkan. D untuk drive, N untuk
normal dan R untuk reverse. Beberapa mobil
matic punya D1, D2, maksudnya untuk
melimitkan perpindahan gigi ketika menanjak.
Pada Nissan Juke, si persneling tidak ada D1, D2
itu, adanya cuman ”L”, fungsinya sama,
digunakan saat tanjakan curam
Lainnya bisa dibilang sama total dengan mobil manual, ok
let’s drive.
STEP 1, MULAI JALAN
Untuk memindahkan gigi, injak rem kaki dulu, tekan si
tuas persneling. Baru pindahkan, misal start dari posisi P
mau maju, injak rem, tekan tuas, turunkan persneling
dari P ke D.
Hati-hati: Setelah masuk ke “D” begitu rem
dilepas mobil langsung jalan pelan, walau tanpa
gas diinjak.
So di mobil matic jangan langsung menginjak gas!
STEP 2, KETIKA JALAN
Feeling untuk matic jauh beda dengan mobil manual.
Ketika menginjak pedal gas, akselerasi muncul
belakangan, tapi …
Hati-hati: Ketika pedal gas diangkat, mobil
tetap melaju!!!
Mobil matic akan tetap ada dorongan yang lumayan
ketika gas diangkat. Siap-siap untuk menahan pedal rem.
STEP 3, KETIKA STOP
Kalau lampu merahnya pendek saja, gigi masih bisa di
“D”, kaki kanan menginjak rem. Mobil tidak akan maju.
Hati-hati: kalau tidak sengaja mengangkat kaki
dari rem maka mobil akan maju.
Kalau lampu merahnya panjang dan kita ingin
mengistirahatkan kaki kanan, caranya sama, injak pedal
rem, tekan persneling, pindahkan gigi dari “D” ke “N”
disertai rem tangan.
Terimakasih untuk comment pembaca, “P” hanya
digunakan saat parkir saja.
TIPS
Feeling ketika naik mobil matic beda, ngegas akan terasa
ada sedikit delay, rem matic pun terasa jauh lebih pakem
dari mobil normal. Injak sedikit maka mobil akan
berhenti, hati-hati ngerem mendadak.
Gunakan hanya satu kaki saja yaitu kanan untuk
menginjak gas atau rem. Maksudnya supaya pedal rem
dan gas jangan diinjak bersamaan.
Ingat, mau gigi “D” untuk maju ataupun “R” untuk
reverse, begitu kaki melepas pedal rem, mobil akan
berjalan walau di bawah 10 kpj.
KESIMPULAN
Apakah matic itu lebih berbahaya dari manual? Bisa jadi,
karena faktor itu, di lepas rem langsung jalan dan juga
gas sedikit langsung jalan lebih kebut. Kalau di transmisi
manual paling-paling kalau salah kelepas kopling mesin
mobil akan mati di tempat. Hampir sama dengan motor
matic, karena lebih mudah jadi harus lebih hati-hati.


  Selama ini kecelakaan mobil terjun dari
gedung bertransmisi automatic, apakah
ini pertanda bahwa pemahaman cara
mengemudikan transmisi automatic
untuk orang Indonesia masih belum
matang? mungkin hal itu bisa dibilang
benar karena seluruh kecelakaan
terjunnya mobil dari gedung memakai
transmisi automatic semua. Memang
cara mengendarai transmisi automatic
berbeda tetapi perbedaannya tidak begitu
jauh. Ada beberapa cara agar anda bisa
memahami bagaimana cara
mengemudikan transmisi automatic
sehingga anda bisa terhindar dari
kejadian yang tidak diinginkan tersebut:
1. Bila anda sudah ingin start dengan
transmisi matic anda pertama-tama injak
pedal rem dan kemudian geser tuas
transmisi menuju R atau D (sesuai
kebutuhan anda).
2. Setelah digeser lepas pedal rem yang
anda injak dibarengi dengan
menonaktifkan parking brake.
3. Setelah melepas rem dan
menonaktifkan parking brake injak pedal
gas secara perlahan, jangan menginjak
pedal gas secara mendadak atau terlalu
dalam karena dapat mempengaruhi
konsumsi BBM.
4. Bila anda terjebak macet dan anda
harus berhenti usahakan untuk
menggeser tuas transmisi ke D karena
bila tidak digeser dapat membuat kopling
transmisi automatic menjadi cepat habis.
5. Bila melewati jalanan menanjak geser
tuas transmisi dari D ke L/1 karena posisi
ini merupakan posisi dimana letak gear
berada di tempat paling ringan sehingga
mudah untuk melewati tanjakan.
6. Bila sudah memarkirkan kendaraan
geser tuas dari D ke P karena biasanya
anak kunci tidak akan bisa dilepaskan.
Bagi pengendara pemula atau orang yang
sama sekali tidak dapat mengendarai
mobil, belajar mobil dengan persneling
otomatik lebih mudah. Mengingat ia
hanya perlu meletakkan atau
mengistirahatkan kaki kiri di tempat
injakan kaki (foot rest), dan menggunakan
kaki kanan untuk menginjak pedal gas
(akselerator) atau menginjak pedal rem.
Pada mobil dengan persneling otomatik,
dalam keadaan idle (pedal gas tidak
diinjak) gas sudah cukup besar sehingga
apabila tangkai persneling diletakkan di D
(drive), mobil sudah akan melaju. Itu
sebabnya, sebagai pengaman, mesin
tidak dapat dihidupkan jika pedal rem
tidak diinjak. Pedal rem harus tetap
diinjak setelah mesin hidup. Sebab, jika
tidak, tangkai persneling tidak dapat
dipindahkan dari huruf P (parking) ke
huruf D.
Setelah mobil melaju, konsentrasi
pengendara terpusat pada setir dan rem.
Ia sama sekali tidak perlu menginjak
pedal kopling dan melepaskan injakannya
saat menaikkan atau menurunkan gigi
persneling seperti orang yang
mengendarai mobil dengan persneling
manual.


 Transmisi mobil matic berbeda dengan
transmisi manual. Yang manual akan
terasa ribet jika berjalan di jalanan
macet. Sebentar-sebentar harus
mengganti tuas kopling, rem, gas dan
seterusnya. Capek kan .
Namun semua masalah itu tidak serta-
merta mendorong orang untuk cepat-
cepat mengganti mobilnya menjadi
mobil matic. Apalagi masih ada
sebagian orang yang memandang mobil
matic kurang menantang, karena
dianggap seperti mobil mainan
semacam bom-bom car. Sebagian lagi
merasa ngeri dengan mahalnya ongkos
perawatan apabila transmisi
otomatisnya rusak.
Dan yang lebih menakutkan lagi, jika
mobil matic rusak didaerah kampung
atau pinggiran, karena tidak semua
bengkel mampu memperbaikinya.
Walaupun demikian, keberadaan mobil
matic mulai diperhitungkan seiring
makin padatnya jalur lalu lintas di
perkotaan.
Karena itulah, jika kita memang
dihadapkan pada keputusan untuk
menggunakan matic, maka kita harus
benar-benar menyelami dan
memahami benar mobil matic tersebut,
agar tidak ada masalah yang berat di
kemudian hari.
Sebelum memutuskan untuk memilih
mobil matic, ada tugas pertama yang
harus anda ketahui, yaitu mengenali
dulu cara kerja transmisi matic. Berbeda
dengan mobil manual yang tuas
koplingnya tersusun dengan urutan
angka kecepatan 1, 2, 3, 4, 5, dan R
(untuk mundur). Sementara untuk
mobil matic, tuas persneling atau
kopling tersusun berdasarkan format P
(parking), N (neutral), R (reverse), D
(drive), D-2 (second) dan 1/L (low) .
Posisi P berarti mobil kita dalam
keadaan untuk berhenti dalam jangka
lama atau parkir. Posisi N
menempatkan mobil dalam kondisi
tuas kopling netral, yang biasanya
digunakan saat menunggu di dekat
lampu lalu lintas atau kemacetan.
Kemudian R digunakan saat mobil akan
dimundurkan. Posisi D digunakan saat
di jalanan datar dan rata. Untuk jalanan
sedikit menanjak, posisi tuas
dipindahkan ke D2. Dan apabiila medan
jalan lebih curam, maka posisi tuas
lebih baik pada 1/L.
Ada pilihan lain, yaitu D3 yang biasanya
digunakan untuk maju dengan posisi
kecepatan gear 3. Kemudian 0/D (over
drive), yaitu posisi tuas yang
memberikan perintah untuk pindah
kecepatan atau gear bila perputaran
mesil lebih tinggi dari kondisi
sebelumnya.
Cara Merawat Transmisi Matic Setelah
memahami format tuas mobil matic,
tugas berikutnya adalah merawat
transmisi matic tersebut agar tetap
lancar saat digunakan.
Sama seperti mobil manual, mobil
matic perlu perawatan juga atau
diservis secara berkala. Penggantian oli
transmisi secara kontinue setiap 25.000
hingga 50.000 kilometer harus
dilakukan, tergantung jenis oli yang
digunakan.
Selain itu, posisi tuas persneling
sebaiknya digunakan sesuai kondisi
jalan. Misalnya, saat berhenti lama,
bisa dipakai posisi P dan jalan
menanjak posisi L, agar putaran gear
tidak seperti dipaksa. Demikian pula
saat melaju lambat, posisinya D atau
D2. Dan saat memulai laju kendaraan,
disarankan jangan menginjak pedal gas
terlalu kuat dan mobil terhenyak,
karena gear akan berjalan tidak normal.
Kemudian saat mengemudi, sebaiknya
jangan terlalu sering memindahkan
tuas persneling agar valve tidak cepat
aus atau rusak. Tugas terakhir yang
patut diwaspadai adalah memeriksa
secara dini setiap kebocoran atau
kerusakan gasket bagian transmisi.
Karena jika kebocoran ini didiamkan
maka kerja transmisi bisa terpengaruh
dan cepat aus.
Bila mobil melalui jalanan banjir,
sebaiknya oli transmisi dikuran dan
diganti baru untuk menghindari
kemungkinan tercampurnya oli dengan
air. Karena air yang masuk ke transmisi
dapat merusak gearbox dan bisa
menyebabkan gear macet.


  Persneling Mobil Matic
P = Parking, posisi dimana transmisi dikunci sehingga
mobil tidak bisa bergerak maju ataupun mundur. Pada
saat parkir tetap disarankan untuk menarik rem tangan.
R= Reverse, posisi gigi mundur (digunakan untuk mundur).
N= Neutral/No Gear, transmisi tidak terkait dengan roda,
sehingga mobil bisa bergerak maju atau mundur.
Disamping posisi P pada posisi ini (N) mobil juga bisa
distart.
D= Drive, posisi untuk menjalankan mobil. Secara
otomatis mesin akan memilih posisi gigi paling tepat
sesuai dengan kondisi dan kemiringan (tanjakan) jalan,
pada umumnya terdiri dari gigi 1, 2, 3, dan 4.
2, D2 atau S= Second, posisi maksimum transmisi pada
gigi 2.
1, D1, atau F= First, posisi maksimum transmisi pada gigi
1.
Posisi 1 atau 2 bermanfaat misalnya untuk menarik
beban yg sangat berat atau saat jalan menurun dengan
tajam, maka transmisi akan membantu rem untuk
mencegah meluncurnya mobil.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Suport Tesis Argument Anda Kami Perlukan;...