Welcome Selamat Datang di My Blogspot http://pangearunbiru.blogspot.com/?m=0

Carbon Cleaner <- Turun Mesin & Perbedaan Mobil Matic dengan Mobil Manual

Carbon Clean Sebagai Ganti Turun
Mesin
Saat mobil anda berada dalam keadaan
yang tidak prima, perasaan tak nyaman
pasti menyergap. Mulai memikirkan
mengenai berbagai kemungkinan buruk
yang terjadi pada mobil anda serta
mencari informasi otomotif untuk
mencari solusi aman terhadap masalah
yang sedang dihadapi.
Misalnya jika mobil anda mengalami
gelala-gejala, seperti mudahnya berkurang
bahan bakar setelah melakukan
perjalanan. Maka mobil anda disinyalir
harus melakukan turun mesin atau
overhaul. Terlebih jika dibarengi dengan
air tabung cadangan radiator selalu
berkurang, air radiator menyembur ke
atas waktu di starter, asap knalpot
berwarna putih, kepala busi basah dengan
oli, tabung filter udara penuh dengan oli
mesin, suhu temperatur mesin mobil
selalu di atas normal, air radiator
berwarna coklat susu karena air dan oli
mesin bercampur.
Melakukan top overhaul atau turun
setengah mesin jelas memerlukan biaya
yang tidak sedikit, kalau pada saat tersebut
anda memiliki tabungan yang cukup untuk
membawanya ke bengkel mobil mungkin
anda tidak akan terlalu merasa khawatir,
lalu bagaimana bila uang yang anda miliki
kurang mencukupi?
Tetapi sekarang ini ada cara lain untuk
membersihkan karbon deposit di ruang
bakar, yaitu dengan cara carbon clean
dengan biaya yang jauh lebih murah dan
lebih praktis karena dilakukan dengan
‘membongkar’ mesin. Cukup membuka
busi saja, proses dari carbon clean itu
sendiri dilakukan dengan cara
memasukkan cairan atau obat carbon
clean khusus ke dalam ruang bakar
permukaan piston lewat lubang busi
menggunakan suatu alat khusus.

Perbedaan Mobil Transmisi
Automatic dan Manual
Mungkin masih ada di antara Anda yang
masih bingung untuk menentukan lebih
mana mobil matic atau manual. Pada
dasarnya, tidak ada yang lebih baik dari
kedua pilihan ini. Semuanya tetap
tergantung pada kebutuhan dalam
berkendara. Dari segi akselerasi, mobil
matic tentunya memiliki transmisi lebih
rumit dan lebih berat jika dibandingkan
dengan yang manual. Kerumitan ini yang
membuat mobil manual lebih terlihat
responsif.
Bagi mobil matic yang menggunakan CVT
(Continous Variable Transmission) bisa
disimulasikan menjadi mobil manual,
karena transmisi matic yang digunakan
merupakan sistem transmisi menggunakan
belt yang ukuran rasionya bisa memanjang
dan memendek dengan halus. Mobil-mobil
yang menggunakan transmisi ini seperti
Honda City, Jazz, KIA Sportage, dan lain-
lain.
Namun, walaupun bisa disimulasikan
selayaknya mobil manual, tetap saja tidak
bisa menyamai responsifitas mobil manual
pada umumnya. Kecuali untuk mobil balap
seperti Golf Gti yang memiliki transmisi
DSG dengan plat kopling ganda dan mobil
ini diclaim lebih cepat dibandingkan
dengan yang manual.
Dari segi konsumsi BBM, pasti kita sering
mendengar istilah umum bahwa mobil
matic lebih boros dibanding yang manual.
Memang pada kenyataannya begitu,
karena mobil bertransmisi matic membuat
kinerja mesin jadi lebih berat karena
transmisinya lebih berat pula
perputarannya.
Namun, kita juga bisa mengemudi mobil
matic hingga lebih irit dari mobil manual.
Caranya dengan memanfaatkan gas dan
glide sehingga mobil lebih banyak
meluncur dibanding mengeluarkan tenaga.
Hal ini dikarenakan potensi mobil matic
untuk meluncur lebih besar dibanding
yang manual. Jadi, kalau berlatih gliding
dengan mobil matic bisa sedikit
mengehemat kantong karena konsumsi
BBM yang ekonomis.
Dari segi kenyamanan, untuk kota
sekaliber Jakarta yang sangat padat akan
kendaraan, pastinya kemacetan menjadi
masalah yang harus dihadapi. Kalau
menyetir sendiri, mobil matic adalah
pilihan tepat. Tapi, Anda tidak punya
kesempatan untuk gliding di jalanan
macet. Akhirnya ya boros BBM lagi.
Dari segi perawatan, mobil matic
cenderung lebih mahal dibanding mobil
manual, mulai dari spare part, plat kopling,
dan lainnya.
Untuk plat kopling, umumnya umur matic
lebih lama sedikit dibandingkan dengan
manual, tergantung penggunaannya. Mobil
matic yang transmisinya menggunakan
matic CVT seperti Honda Jazz dan City,
Anda harus siap merogoh kantong lebih
dalam karena CVT belt harus diganti
50.000Km dan akan menghabiskan dana
yang cukup mahal.
Terakhir dari segi harga. Harga mobil matic
baru umumnya lebih mahal sekitar 5-20
juta tergantung tipe mobilnya. Contohnya,
Toyota Avanza matic memiliki selisih
10juta. Tapi untuk pasaran mobil bekas,
matic dan manual hanya terpaut 2-3 juta.
Selisih harga 2-3 juta itu berlaku untuk
mobil niaga sekelas Avanza dan Innova.
Jadi, jika tertarik dengan mobil matic,
mobil matic bekas patut menjadi
pertimbangan.

No comments: