Welcome Selamat Datang di My Blogspot http://pangearunbiru.blogspot.com/?m=0

KABISAT

Secara umum, tahun kabisat bisa dimaknai sebagai tahun yang bisa dibagi dengan angka empat. Keunikan tahun kabisat ini ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu pada zaman Julius Caesar yang memimpin Kekaisaran Romawi. Penentuan tahun kabisat ini bermula dari kebingungan soal penanggalan yang tidak tepat di mana bumi membutuhkan waktu yang tidak tepat 365 hari untuk mengelilingi matahari. Sebenarnya, bumi butuh waktu 365-seperempat hari.
Terdapat algoritma mudah untuk menentukan apakah suatu tahun termasuk tahun kabisat atau bukan sebagai berikut:
  1. Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat.
  2. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat.
  3. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat.
  4. Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat.
Tahun Kabisat 3
Seperti yang dikutip oleh Pojoksatu.ib berikut Fakta-fakta menarik tentang Tahun Kabisat :
Mengundang Cuaca Buruk
Cuaca buruk ternyata bisa disebabkan karena Tahun Kabisat. Apa penjelasan ilmiahnya? Ternyata ini memang soal kepercayaan. Di Rusia, Tahun Kabisat dipercaya membawa cuaca buruk. Para petani, bahkan menyebutkan, jika ada tumbuhan yang ditanam pada Tahun Kabisat, mereka akan tumbuh ke arah yang salah.
Begitu juga dengan Skotlandia, mereka juga percaya terhadap mitos serupa. Peribahasa kuno Skotlandia menyebut Tahun Kabisat bukan tahun yang baik untuk mengembangkan ternak.
Meninggal Dan Lahir Di Tanggal Yang Sama
Ada kepercayaan yang menyebut, bahwa siapa saja yang lahir di tanggal 29 Februari, mereka juga akan meninggal di tanggal yang sama. Salah satu contohnya adalah James Milne Wilson, pemimpin ke-delapan Tasmania. Dia lahir pada 29 Februari 1812 dan meninggal tanggal 29 Februari 1880.
Tahun Kabisat 4
Anak Yang Lahir Di Tahun Kabisat Tak Pandai Bisnis
Di China, terdapat mitos yang menyebutkan bahwa anak-anak yang lahir pada tanggal 29 Februari, mereka pada umumnya tidak pandai dalam hal berbisnis. Selain itu, dari segi kehidupannya pun mereka akan kesulitan.
Di lain negeri, mitos yang beredar di Taiwan menyebutkan, jika ada seorang anak perempuan yang sudah menikah, mereka sejatinya tidak diperkenankan untuk pulang ke rumah orangtuanya. Alasannya, jika ada anak perempuan yang memaksa pulang kerumah orangtuanya, hal ini dapat mendatangkan kesialan bagi orangtuanya.
Memiliki bakat istimewa
Sejak lama, para astrolog percaya bahwa bayi yang lahir di Tahun Kabisat memiliki bakat yang istimewa, seperti, dari kepribadiannya yang unik, hingga kekuatan magis. Beberapa pesohor yang lahir di tanggal 29 Februari adalah pencipta puisi Lord Byron, rapper Ja Rule, dan atlet football Darren Ambrose.
Tidak Semua Tahun Berakhiran Seratus Adalah Tahun Kabisat
Menurut penanggalan Gregorian, tahun 2000 adalah Tahun Kabisat, begitu juga dengan tahun 1600, tapi 1700, 1800 dan 1900 bukanlah kabisat. Hal itu menimbulkan definisi baru tentang Tahun Kabisat, yakni tahun yang habis dibagi 400.
Tahun Kabisat 1
Fakta – Fakta Yang tak kalah menariknya :
  • Di era modern, Tahun Kabisat membawa ‘kesialan’ bagi para pekerja kantoran. Pasalnya, banyak kantor yang mengeluarkan gaji bulanan berdasarkan hitungan 28 hari, berarti di tanggal 29 Februari, banyak pekerja yang akan bekerja secara gratis.
  • Mereka yang lahir pada tanggal 29 Februari disebut ‘leapling’ atau ‘leaper’. Peluang seseorang lahir pada 29 Februari adalah 1:1461. Setidaknya, ada 5 juta leapling di seluruh dunia.
  • Keluarga pemegang kelahiran leapling terbanyak di dunia adalah keluarga Keogh dari Inggris dan Irlandia. Selama tiga generasi, keluarga tersebut selalu memiliki keturunan yang lahir pada 29 Februari. Dimulai dari sang kakek, Peter Anthony Keogh, kemudian putranya, Peter Eric dan cucunya, Bethany Wealth.
  • Lain cerita dengan di Denmark. Jika pria menolak lamaran wanita pada tanggal 29 Februari, maka dia harus memberi wanita itu 12 pasang sarung tangan. Sementara di Finlandia, pria harus memberi wanita kain untuk membuat baju.
  • Di Yunani, pasangan justru menolak menikah di Tahun Kabisat karena mereka percaya itu akan membawa nasib buruk. Kepercayaan itu juga dianut warga Italia. Ada peribahasa Italia yang menyebut, “Anno bisesto, anno funesto” yang berarti Tahun Kabisat, tahun sial

NAMA DARI SANSEKERTA

A
Abhinaya : Semangat
Abhipraya : Mempunyai harapan
Abhirama : Menyenangkan
Abhista : Dinginkan
Abhitah : Pemberani
Abyakta : Berkembang
Abyudaya : Makmur
Acalapati : Paling tinggi
Acarya : Pendidik, pengajar, guru
Acintya : Melampaui segalanya
Aciraba : Paling cepat
Adhidrawa : Cairan yang unggul
Adhigana : Golongan unggul
Adhikari : Istimewa
Adhimukti : Bersemangat
Adhipramana : Penguasa pertama
Adhirajasa : Tangguh
Adhyasta : Pengawas
Adi : Unggul; besar
Adibrata : Tingkah lakunya yang unggul
Adicandra : Rembulan yang indah
Adil : Tidak memihak
Adinata : Paling unggul
Aditya : Orang yang pandai dan bijaksana
Adun : Elok
Adwaya : Tunggal
Adwitiya : Tidak ada duanya
Adyatma : Anugrah hidup
Adyuta : Menerangi
Agata : Datang; tiba
Agni : Api; panas
Agnimaya : Hangat
Agra : Paling tinggi
Agrapana : Sumber hidup yang utama
Ahwaya : Hubungan, gabungan
Anabela : Penuh kekaguman
Anaga : Seperti naga
Anagata : Masa depan
Anala : Badan, tubuh
Ananta : Tanpa batas
Anantara : Tanpa jarak
Anargya : Tidak terhingga nilainya
Angga : Tubuh, anggota badan
Anggara : Hari selasa; wewangian
Anggaraksa : Tongkat
Anggasta : Bersemanyam
Ani : Bingkai; selimut
Anjali : Penghormatan
Anjana : Perintah
Antar : Berani dalam peperangan
Antargata : Tersembunyi, terlindung
Antari : Angin
Antarlina : Melekat; menghilang
Antya : Paling akhir
Anubhawa : Kewibawaan
Anucara : Sahabat
Apsara : Meluncur, berjalan di atas air
Apta : Cerdas; lengkap; terhormat
Aptana : Mempunyai kepandaian
Aptanta : Selalu dihormati
Apti : Memperoleh, mencapai
Aradhana : Perdamaian, penghormatan
Arakata : Pelindung
Arana : Tumbuh-tumbuhan
Ararya : Golongan bangsawan
Ardhani : Suci
Ariti : Perunggu
Arjuna : Putih
Arkana : Berhati terang
Arkananta : Selalu diterangi
Arnawama : Samudra
Arsa : Kegembiraan
Arsanta : Dalam kegembiraan
Arsanti : Berhati gembira
Arsawati : Berpikir gembira
Arsono : Selalu gembira
Aruna : Merah
Arya : Bangsawan; tegas, tegap
Aryaguna : Bersifat mulia
Aryan : Daun pembungkus
Aryanta : Berhati tegas
Aryanti : Bersifat tegas
Aryasatya : Kemuliaan
Aryasuta : Putra terhormat
Asaba : Menggosok
Asadha : Pertengahan tahun
Ascarya : Tampil kedepan
Asep : Dupa wangi
Aseta : Tidak putih
Asma : Nama
Asmara : Dalam cinta
Asti : Permata
Astra : Senjata
Astramaya : Bersenjata
Astula : Luas
Astunkara : Mengiyakan
Aswa : Kuda
Aswadi : Kuda indah
Aswatama : Kuda yang hebat
Aswattha : Pohon beringin
Asweta : Keputih-putihan
Aswin : Pandai mengobati; tampan
Atharwa : MantraPenolak bahaya
Atharwa : Mantra penolak bahaya
Awahita : PenuhPerhatian
Awahita : Penuh perhatian
Awyati : Langit
Ayatana : Melaksanakan
B
Babad : Tempat yang bersih
Babar : Mengembang, berhamburan
Babil : Suka membantah
Bacinah : Halaman istana
Badam : Pohon ketapang
Badama : Perang, senjata
Badasa : Tumbuh-tumbuhan berduri
Badi : Abadi, kekal, sehat
Badianto : Terselubung kesehatan
Badijan : Benar-benar sehat
Badiman : Laki-laki sehat
Badimin : Mohon kesehatan
Badiono : Dalam keadaan sehat
Badiran : Namanya abadi
Baghala : Kambing jantan
Baghali : Kambing betina
Bahiri : Ikat pinggang
Bahiscara : Tampak di luar
Bahulocana : Sangat hati-hati
Balakosa : Kekuatan dan kejayaan
Bali : Persembahan
Balin : Prajurit kehormatan
Balinda : Bijaksana
Balindra : Berbakti kepada atasan
Baluh : Bantuan
Baluku : Beruang yang sangat kuat
Balun : Menggulung
Bama : Sebelah kiri
Bana : Anak panah
Barat : Ulat, logam
Barata : Ulat, logam
Baruna : Samudra
Basanta : Musim bunga, kekuasaan yang dalam
Basita : Terkenal
Baswara : Berkilau, bercahaya
Bata : Prajurit
Batra : Anggota badan
Baudenda : Hakim
Bawika : Bermaksud baik
Baya : Kemungkinan
Bayanaka : Luar biasa
Bayu : Angin, udara, tarikan nafas
Bendara : Pengelola harta benda
Beno : Mengkilap, berseri
Bhadra : Selamat
Bhadrasana : Bermeditasi
Bhadrika : Gagah berani
Bhama : Nafsu
Bhamakerti : Berwajah tampan
Bhamana : Kaum bangsawan
Bhanu : Sinar, cahaya, terang
Bhrukuti : Bulu mata, alis
Birah : Ubi talas
Bisar : Jinak
Bono : Ramah tamah dan sopan santun
Brahma : Mantera suci
Brahmacari : Tetap suci dan murni
Brahmana : Bertindak suci
Braja : Halilintar, petir
Brama : Suka marah
Bramanta : Pengembara
Bramanty : Ksatria perang
Bramara : Lebah
Bramaraka : Rambut ikal
Bramawisata : Gemar berpergian
Brisadi : Tenda
Buat : Hebat
Bubul : Terbuka
Buntala : Tombak tajam
Buntara : Bersemangat, bergelora
Buraksa : Pohon beringin, kuda bersayap
Buwaca : Pertunjukan
Byakta : Nampak nyata
Byuha : Garis perang
C
Cadudasa : Cemerlang
Cakiyar : Ayam hutan
Calya : Tanpa cacat
Camana : Permandian suci
Camani : Air suci
Camara : Sapi jantan
Camari : Anjing
Canda : Bernafsu
Candani : Batu pualam
Canna : Tongkat cacat
Cantaka : Burung air
Carani : Bangunan indah yang kecil
Carmi : Kaca
Catra : Payung kebesaran raja
Catrasamba : Tangkai paying
Caturasmi : Empat nama
Catwari : Empat bagian
Caweni : Kain putih
Cawi : Burung srigunting
Cawuta : Jenis pakaian
Caya : Bayang-bayang; kilauan cahaya
Cayadewi : Bayangan bidadari
Cedar : Anjing buas
Cedit : Mematuhi perintah
Cekah : Terbelah
Cekeh : Melindungi
Celih : Menghindari bahaya
Cembul : Hitam
Cetta : Berpengetahuan luas
Chaitra : Pertigaan tahun
Chanda : Nyanyian suci
Chandani : Nama dari batari
Chandra : Unggul, terkenal
Chandra : Istimewa, termasyhur
Cheda : Belahan
Chedana : Memotong, membelah
Chesta : Tingkah laku
Chindaga : Pandan wangi
Cidra : Celah
Cihna : Sifat khas
Cindaga : Pandan wangi
Cita : Onggokan kayu
Citra : Beraneka warna
Citrakara : Pelukis
Citraloka : Catatan sejarah dunia
Citrani : Terselubung lukisan
Citrapata : Lembaran hidup
Citta : Maksud hati, pikiran
Codayati : Mengkritik
Codya : Meminta dengan paksa
Codyani : Menyetujui permintaan
Codyawacani : Berkata dengan perlahan-lahan
Cokli : Kulit tiram
Coli : Senjata tertentu
Conary : Bijaksana
Condita : Terpaksa
Cora : Dalam kegelapan
Cremin : Kaca hias
Curtina : Menyatukan
Cwalika : Bangsa colamandala
Suami blg Miss V KENDOR??
MERAPATKAN dan MEMBERSIHKAN Miss V seperti GADIS. Garansi Uang Kembali
RAPATKAN Miss.V 100%AMPUH
GARANSI UANG KEMBALI 100%! MERAPATKAN dan membersihkan Miss.V kembali
PERUT KEMPES dalam 3 HARI
Simpelet3! 100% AMAN &AMPUH!PESAN Sekarang dan dapatkan DISKON
Herbal PELANGSING BADAN!!
PELANGSING BADAN Simpelet! 100% Alami, terdaftar di DepKes! DISKON 33%
D
Dadar : Pakaian khusus, tampak
Daegal : Lahir pada waktu fajar
Dagdha : Tahan api
Dahayu : Cantik
Dahup : Cuci muka
Daiva : Dewa
Dakara : Sepanjang masa
Daki : Seperti laki-laki
Daksa : Cakap, ahli
Daksayini : Dewi padi
Dala : Daun bunga
Dalana : Pada jalannya
Dalima : Buah delima
Dalu : Sangat besar
Daludin : Sebangsa ikan
Dama : Ikatan budi, cinta kasih
Damas : Kain sutera
Damayanti : Terpuji hatinya
Dami : Serasi
Damianto : Dalam keserasian
Damijan : Benar-benar serasi
Damilah : Tampak serasi
Damilan : Bertambah keserasiannya
Daminah : Mempunyai hati yang serasi
Damiono : Mempunyai keserasian
Damirin : Senang keserasian
Damodara : Yang bertali melilit pinggang
Damu : Air pencuci
Dan : Bersiaga
Danabrata : Tingkah laku, dewa kekayaan
Danadipa : Raja kekayaan
Danadyaksa : Penjaga kejayaan
Danakirti : Kekayaan dan kemasyhuran
Danakitri : Kemasyuran
Danapati : Rajanya kekayaan
Danasura : Orang yang sangat dermawan
Dandani : Mempersiapkan
Danendra : Raja yang kaya raya
Daniswara : Raja yang masyhur dan kaya raya
Danta : Gading gajah
Danur : Memanah; membidik
Danurwenda : Ahli membidik
Dara : Istri
Darana : Memusatkan pikiran
Darani : Bumi, tanah, sejenis mantra
Darba : Ikatan
Dardura : Katak
Dari : Mulut goa
Darpa : Kebanggaan
Darpani : Merasa bangga
Darsana : Terang penglihatannya
Darsi : Berisikan kedamaian
Darsiati : Damai hatinya
Dartoyo : Berhati jernih
Darun : Berjalan terus
Darya : Berbudi, pendapat
Dawala : Putih menyilaukan
Dawut : Berangkat
Daya : Pusat perasaan
Dayita : Kekasih
Deva : Kebaktian
Dewani : Terselubung kemuliaan
Dewari : Muda dan mulia
Dewati : Berhati mulia
Dharma : Welas asih
Dihyan : Matahari
Diyanti : Berhati matahari
Donahue : Prajurit yang tangguh
E
Ebuh : Kabut
Edok : Menempatkan diri
Emi : Unggul
Enda : Terakhir
Enes : Sendiri
Esrtungkoro : Kesanggupan menghadapi masalah
Estungkara : Kesanggupan menghadapi masalah
G
Gahyaka : Nama pujian
Gajahsora : Perkasa tenaganya
Gajendra : Perkasa
Gala : Meraung
Galar : Ramalan
Gama : Perjalanan
Gamadi : Pengelana
Gambira : Sungguh-sungguh
Gamel : Menguasai
Gana : Pasukan
Gandara : Kelompok nada suara
Ganendra : Pasukan dewa
Gantari : Menyinari
Gardaba : Keledai
Gardana : Berjiwa pengawal
Gardapati : Pengawal berani mati
Garga : Pendeta
Garjita : Membanggakan
Garwa : Bangga
Garwita : Bangga sekali
Gasita : Dihabiskan
Gasti : Cepat
Gastiadi : Baik kecepatannya
Gastiasih : Dicintai karena kecepatannya
Gata : Telah pergi
Gatawati : Telaga
Gati : Tindakan
Gatra : Anggota tubuh
Ghataka : Penyanyi keliling
Ginanita : Menghitung
Gita : Nyanyian, lagu
Gitarja : Nyanyian riang
Gora : Dahsyat
Graha : Buaya
Grahita : Perasaan
H
Hamdri : Menghitung emas
Hanasta : Menguasai
Hansa : Angsa
Hara : Untaian mutiara
Haraka : Pembagian
Harana : Pembawaan
Hari : Singa; dewa wisnu
Harsa : Kegembiraan
Harsani : Tajamnya kegembiraan
Harsanto : Kegembiraan yang dalam
Harsaya : Timbul dari kegembiraan
Harsika : Untuk kegembiraan
Hasita : Tertawa
Hassya : Kegembiraan
Hasta : Tangan
Hasti : Gajah
Hastin : Redup, mata gajah
Hastinah : Berbesar hati
Helga : Saleh
Hemanta : Musim dingin
Hematala : Dari daerah pegunungan utara
Hira : Intan
Hiranya : Seperti emas
Hita : Keuntungan
I
Ibha : Gajah
Ibhakara : Belalai gajah
Ica : Kehendak hati
Ihatra : Di dunia ini
Iksu : Tebu
Ina : Matahari pagi atau senja
India : Sungai
Indurasmi : Sinar rembulan
Ira : Gerakan
Ista : Dikehendaki
Istahal : Bagian yang dikehendaki
Istahar : Kehendak hidup
J
Jagaddhita : Kesejahteraan dunia
Jaghana : Bagian yang paling dalam
Jagratara : Selalu waspada
Jaladhi : Samudera
Jamanika : Tirai, tabir
Jampana : Tandu
Janaloka : Dari dunia manusia
Janardana : Menggairahkan
Janari : Muda
Janggala : Gersang
Janitra : Berderajat tinggi
Janma : Yang dilahirkan di dunia
Jantaka : Menjelma
Japa : Doa
Japari : Selalu berdoa
Jara : Lanjut usia
Javas : Cekatan
Jaya : Kemenangan, berhasil
Jayasri : Kemenangan yang cemerlang
Jayatsu : Semoga dia menag
Jina : Pemenang
Jingga : Merah terang
Jitaksara : Ahli sastra
Jiwanta : Dalam ketenangan hidup
Jiwatrisna : Ingin hidup
Jiyah : Pujian suci
K
Kali : Dewi kegelapan
Kama : Cinta, kasih sayang
Kama : Cinta
Kamala : Teratai
Kamini : Wanita penuh kasih sayang
Kampa : Getaran
Kampana : Mempunyai getaran
Kanaka : Emas
Kanistha : Termuda
Kanta : Batas
Kara : Sinar cahaya
Kardi : Pekerjaan, kegiatan
Karma : Nasib
Kartala : Seberkas sinar, penerangan
Karunya : Perasaan belas kasihan
Karya : Pembina
Kasir : Panji, bendera
Kasmala : Patah semangat
Kastara : Termashur
Kasyapi : Bumi
Kasyara : Termasyhur
Katara : Dahsyat
Kathana : Dongengan
Kawaca : Baju perang
Kawanda : Awan
Kawi : Pujangga
Kawindra : Rajanya pujangga
Kawiswara : Yang mulia
Kawiwara : Pujangga terkenal
Kawuk : Suara gagak
Kaya : Tubuh, badan
Kayana : Dermawan
Kenzie : Peminpim yang bijaksana
Kesawa : Berambut panjang dan indah
Kewala : Sendiri
Kirana : Sinarnya cantik dan molek
Kumba : Belangga
Kunudhani : Nama yang dipuji
Kurantaka : Kain tenun berwarna kuning
Kusala : Malas
Kyati : Nama yang harum
L
Labda : Telah mencapai tujuannya
Labdagati : Berhasil, sukses
Labdajaya : Mencapai kemenangan
Labdawara : Telah menerima pemberian anugerah
Ladin : Nama bunga
Laksita : Terkenal
Laksmiwati : Cantik rupawan
Lalita : Yang berharga
Lamont : Ahli hokum
Lana : Mengapung
Lane : Jalan lurus
Lantos : Pemain musik
Lastana : Nampak kecepatannya
Lastini : Kemauannya ingin cepat
Locana : Mata
Lohita : Berwarna merah
Loka : Dunia
Lokatara : Luar biasa
Lokeswara : Raja dunia
M
Maadyama : Bermutu sedang
Madhuswara : Bersuara merdu
Madya : Tengah
Madyama : Bermutu sedang
Magada : Penyanyi
Mahacara : Bermurah hati
Mahatma : Berjiwa besar
Maheswari : Bidadari
Mahidana : Pemberian tanah
Mahidara : Gunung
Mahija : Putra bumi
Mahitala : Permukaan bumi
Mahogra : Sangat kuat
Mana : Kebanggaan
Manda : Lemah lembut
Mandaka : Menghiasi
Mandakini : Anak sungai
Mandara : Gunung laut
Mandasari : Gerakannya lemah lembut
Mandira : Bangunan suci
Mandra : Lemah lembut, halus
Mandrakanta : Maju perlahan
Marga : Jalan, sarana, jalan untuk mencapai
Margana : Anak panah
Moktika : Mutiara
Monasrita : Pendiam
N
Nadi : Sungai
Nala : Jantung hati
Nalini : Bagus, kesayangan
Nalini : Bagus
Nandana : Anak laki-laki
Nandini : Lembu putih
Nanditama : Tukang emas
Naranta : Berbunyi gemerincing
Nararya : Yang dimuliakan
Narasnama : Namanya suci
Nareswari : Permaisuri
Nari : Wanita
Narma : Hiburan
Nasika : Hidung
Nastapa : Mengenaskan
Nastari : Terus menerus
Nasti : Tidak, tidak ada
Nata : Raja, pemimpin
Nataka : Diangkat, diresmikan
Natha : Pelindung
Nawa : Ke sembilan, sembilan
Nawami : Yang ke sembilan
Naya : Tingkah laku
Nayaka : Prajurit, pengawal
Nayottama : Kebijaksanaan yang unggul (utama)
Nidhana : Pandai menyimpan
Nipun : Pandai, cerdik
Nirada : Pemberi air; awan
Niratmaya : Tidak memiliki pribadi
Nirbana : Kebahagiaan yang sempurna
Nirbaya : Tidak gentar, berani menghadapi bahaya
Nirbita : Tidak mengenal takut
Nirmana : Terlepas dari rasa harga diri
Nirmaya : Tanpa kebijaksanaan
Niroga : Bebas dari penyakit
Nirpataka : Terlepas dari kemalangan
Nirwasita : Bijaksana
Nirwata : Berputar
Niscala : Kokoh
Niscaya : Berketetapan hati
Niscita : Sungguh-sungguh
Nisita : Runcing
Niti : Tingkah laku yang baik dan benar
Nitijana : Berhati-hati
Nitimanta : Yang berkelakuan baik
Nitya : Tidak ada putusnya
Nityasa : Terus menerus
Niwasana : Kain, pakaian
Niwasika : Mempunyai tempat tinggal
Niyata : Dikendalikan
Nyata : Berkemampuan
O
Ogha : Wanita menderita cinta
Opal : From the opal gemstone
Opal : Permata
Osadha : Ramuan obat
Osadhi : Obat
Osborn : Beruang yang sangat kuat
Ostha : Bibir
P
Pada : Kaki; rumah
Padapa : Tumbuh-tumbuhan
Padatala : Telapak kaki
Padika : Syair
Padma : Teratai merah
Padmarini : Indah dan tajam
Padmini : Wanita ulung
Pahang : Tangkai bunga
Paksa : Sayap; separuh bulan
Palapa : Memikat serta menarik hati
Palawa : BersemI
Palguna : Musim ke delapan
Pana : Tangan
Panasa : Pohon nangka
Pandita : Orang yang arif bijaksana
Pandya : Orang suci dan bijaksana
Pangalasan : Jabatan, martabat
Pani : Tangan
Parabawa : Mencintai orang
Parahita : Memperhatikan kesejahteraan orang lain
Parama : Paling unggul
Paramesti : Berdiri paling depan
Paramita : Kebaikan & kebijakannya tidak terduga
Pararta : Berita
Paristuti : Sempurna kepuasannya
Pariwara : Berita iklan
Parna : Daun
Parusa : Tajam dan menusuk
Parwata : Gunung
Paryanto : Lingkaran
Paryem : Landasan
Pasa : Rantai
Pasada : Cincin
Pasi : Batu
Pastha : Bagian yang dalam
Pastika : Kristal
Pasugati : Mengunjungi
Pataka : Bendera
Patala : Bumi
Patangga : Terbang di angkasa
Patibrata : Sehidup semati
Patni : Istri
Patra : Pantas
Payoda : Awan, yang menghasilkan air
Pinggala : Keemasan
Pipilaka : Semut
Pita : Kuning
Prabakti : Kasih saying
Prabala : Penting, keras dan kokoh
Prabangga : Sombong; congkak
Prabangkara : Matahari, pelukis
Prabasa : Terang benderang
Prabata : Dinihari, fajar
Prabawa : Kekuatan, tenaganya luar biasa
Pracanda : Hebat sekali
Pracara : Tampil ke depan
Pracima : Ke arah barat
Prada : Pemberian, bantuan
Pradana : Yang penting
Pradata : Jelas pandangannya
Pradipa : Lampu, cahaya, sinar
Pragiwaka : Mempunyai kewaspadaan
Praharsa : Sangat gembira
Prakasa : Terkenal
Pralapa : Perbincangan
Pralina : Larut
Pramada : Kelalaian
Pramana : Cara dapat pengetahuan secara benar
Pramatta : Bergairah
Pramoda : Kegembiraan yang berlebihan
Pramukha : Terkemuka
Prana : Nafas
Pranaja : Anak laik-laki
Pranama : Menghormati
Prapta : Tercapai
Prapti : Kekuatan yang menghasilkan sesuatu
Prasanti : Kedamaian, ketenangan
Prasara : Tersebar
Prasasta : Dipuji-puji
Prastuti : Terpuji-puji
Pratisena : Prajurit
Prawara : Paling terkemuka
Prayata : Bersifat saleh
Prayatna : Gigih usahanya
Prayoga : Penerapan pekerjaan
Priya : Cinta
Priyambada : Manis ucapannya
Priyatama : Kekasih yang utama
Punarbawa : Lahir kembali
Purajit : Penakluk benteng
Puraka : Hadir di mana-mana
Purana : Cerita lama (kuno)
Purantara : Ibukota
Purasaba : Istana
Purbani : Rendah sekali
Puri : Istana
Puspamaya : Terbuat dari bunga
Pustaka : Buku, kitab
Pusti : Keadaan yang terpelihara dengan baik
R
Radithya : Matahari
Radmila : Bekerja untuk rakyat
Raga : Nafsu
Rajaswala : Penuh nafsu
Rajata : Perak
Rajiv : Perhiasan
Rajni : Putri raja
Raksa : Perlindungan
Rakta : Berwarna merah; dipengaruhi nafsu
Ramaniya : Menyenangkan
Rania : Bangsawan
Rania : Kerajaan
Rasa : Air
Rasendriya : Tajam semua inderanya
Rata : Kesenangan
Ratanika : Kereta perang
Ratih : Kesenangan, kegembiraan
Ratimaya : Bayangan keindahan
Ratnadewati : Gadis surga
Ratnaduhita : Wanita bagaikan permata
Ratnama anakya : Bertahtakan permata
Ratnamaya : Bertahtakan permata
Rawi : Matahari
Rawikara : Berkas sinar matahari
Raynor : Prajurit yang kuat
Recaka : Bernafas
Resti : Bergairah
Reswara : Ulung, unggul, terkenal
Retisalya : Luka dalam hati
Rodra : Kejam
Rucira : Cemerlang
Ruciragati : Luwes
Rucita : Gemerlap
Rudira : Darah
Rudita : Ditangisi
S
Sabagya : Bahagia
Sabakti : Dengan hormat
Sabda : Bunyi
Sabha : Masyarakat terpandang
Sadagati : Angin
Sadajiwa : Hidup selamanya
Sadana : Penyelesaian
Sadara : Terhormat
Sadi : Baik, bagus, indah
Sadina : Pemilik kebaikan
Sadu : Berbudi luhur
Saduwarti : Luhur tingkah lakunya
Sadya : Dilaksanakan
Sagraha : Siap menolong
Sahardaya : Penuh perasaan
Saharsa : Bergembira
Sahasra : Seribu
Sahaya : Pembawaan
Sahir : Minuman
Sahitya : Kerukunan, solidaritas
Sahodha : Dibawa serta
Sahwahita : Bermanfaat bagi kita semua
Sahya : Mampu mempertahankan
Sajjana : Orang yang bijaksana
Saka : Dahan
Sakama : Mengerjakan dengan mudah
Sakanti : Cantik kemilau
Saki : Teman, pengiring
Sakta : Melekat, menurut kehendak hati
Sakti : Kekuatan yang hebat, energi
Sakuna : Burung
Sakunta : Burung gagak
Sakwari : Bulan
Sala : Rumah yang besar
Salindri : Pembantu wanita
Samagata : Datang bersama
Samahita : Tetap tegar, ketelitian yang besar
Samaja : Gajah
Samala : Pemenang
Samana : Nafas hidup
Samasta : Disatukan
Samba : Penuh kebajikan
Sambara : Mempersiapkan
Sambega : Dilunakan dengan kasih saying
Samboga : Kenikmatan yang lengkap
Samida : Kayu bakar
Samira : Angin
Samiti : Ayat suci
Samitra : Berteman
Samiya : Keseimbangan
Samoda : Penuh kesukaan
Sandang : Watak
Sandya : Persatuan
Sangkara : Menyebabkan kemakmuran
Sangsaya : Penuh keraguan
Santa : Tenang, sentosa
Santika : Yang mendamaikan
Santosa : Kepuasan
Santusta : Kepuasan yang sangat besar
Sapadi : Dibandingkan
Saraga : Dikuasai nafsu
Sarana : Tempat perlindungan
Sarkara : Madu
Sarpa : Ular
Sarwa : Seluruh
Sarwada : Pemberi segala sesuatu
Sarwaga : Hadir di mana-mana
Sarwari : Malam
Sarwati : Semuanya dipertimbangkan dalam hati
Sarwendah : Semuanya serba indah
Saskara : Kebenaran dan kemurnian
Sasmita : Senyum yang penuh arti
Sastra : Ilmu pengetahuan
Satwika : Menyatukan budi dan jiwa
Satya : Tulus hati
Satyawadi : Berbicara secara jujur
Sayaka : Anak panah
Sewagati : Pengabdian
Sikara : Keras melaksanakan kehendak
Sikartini : Puncak gunung
Sila : Tingkah laku
Silawarti : Berkelakuan baik
Sitala : Sejuk
Sitanggu : Bersinar dingin
Sitara : Bintang pagi
Sitara : Bintang timur
Sitaresmi : Sinar rembulan
Siwanda : Dunia
Siwarka : Matahari
Siwastuti : Melakukan pemujaan
Smara : Mengingat
Sodha : Suci, murni
Soka : Duka cita
Sokya : Kebahagiaan
Soma : Rembulan
Sonita : Darah
Sopana : Sarana untuk mencapai
Soraba : Harum, wangi
Sri : Kemakmuran
Srimaya : Kemegahan
Star : Sebuah bintang
Suba : Cemerlang
Subaga : Untung, bahagia, indah
Subrata : Teguh
Sujana : Yang saleh dan patut dihormati
Sujiwati : Jiwa yang tercinta
Sukanya : Gadis cantik
Sukti : Mutiara
Sulaksmi : Cantik
Sundara : Indah
Supala : Menghasilkan buah yang baik
Suparna : Bersayap indah
Surajana : Pahlawan
Suteja : Sangat cemerlang
Sutrapti : Sangat puas
Suwarna : Emas
Syandana : Mengalir terus
T
Tadana : Menyolok
Tadya : Tertip
Tamisra : Kejengkelan
Tandri : Kelesuan
Tantra : Bagian yang mendasar
Tantri : Kawat atau senar untuk kecapi
Tanu : Langsing
Tara : Cara yang istimewa
Taraksa : Serigala
Tarangga : Bintang
Taranggana : Kelompok bintang
Tarka : Mengira, menaksir, menduga
Tarpana : Memuaskan hati
Taruni : Gadis; perempuan muda
Tarupala : Buah
Taruwara : Pohon terbaik
Teripta : Kepuasan
Thani : Kekal, abadi
Tibra : Kuat dan keras
Tiksna : Tajam, bersemangat
Tila : Bibir
Tilaka : Tanda pengenal
Tira : Pantai
Tisti : Terkemuka
Tita : Air mata
Tiyasa : Luar biasa
Toyadi : Samudra
Tranggana : Nama bintang
Tripta : Kepuasan
Triyasa : Tiga macam jasa (perbuatan)
Tuhina : Halimun, embun yang sangat dingin
Tunas : Menerima
Tungga : Tinggi, mulia, utama
Tusara : Salju
U
Ucca : Tinggi, agung
Uccarana : Pengucapan
Uda : Air; makmur
Udadi : Lautan, samudera
Udahani : Lautan, samudra
Udaka : Air
Udana : Bernafas secara lembut
Udara : Termasyhur, agung
Udarana : Contoh yang menjelaskan
Udasina : Bebas daari cinta dan naafsu
Udaya : Muncul, terbit
Udayadri : Gunung sebelah timur
Uddhiharta : Terpilih
Udhata : Ditinggikan
Udita : Hamil
Ugra : Sangat kuasa
Uma : Lambang keberanian
Unggarana : Pengucapan
Upadasta : Contoh
Upadaya : Pengajar
Upadhana : Bantal, kasur kecil
Upakara : Pertolongan
Upala : Batu mulia
Upangga : Berkarya
Upasaka : Pemujaan
Upasama : Kemakmuran, kesentosaan
Upasanta : Pengendalian diri
Upasraya : Perlindungan
Upih : Burung bangau
Urdha : Mulia
Urdhwa : Tinggi menjulang
Urmi : Ombak samudra
Urna : Benang wol
Urni : Berpakaian wol
Usa : Malam
Usna : Panas
Usnika : Bersinar panas
Usnisa : Ikatan kepala
Ustana : Pemusatan pikiran
Ustra : Hewan onta
Utpada : Berpenghasilan
Utpadaka : Yang menghasilkan
Utpata : Terbang
Utpula : Terbuka lebar
Utsawa : Pesta besar
V
Veda : Bijaksana
Veda : Pengetahuan
W
Wahita : Dilaksana
Wahuta : Pelaksana
Wahya : Lahiriah
Wahyatma : Lahir batin
Waji : Kuda jantan
Wajini : Kuda betina
Wajna : Mengambil bagian
Wakta : Pembicara
Wala : Muda, berlimpah
Walawa : Pengembala
Waluka : Batu kerikil
Wanadri : Gunung berhutan
Wanda : Memuji
Wandira : Pohon beringin
Wangsa : Garis keturunan
Waradana : Hadiah yang bernilai
Waragang : Prajurit muda usia
Warana : Menangkis
Waraprada : Pemberi dana
Warastika : Batu kristal
Waratmaja : Anak yang unggul
Wari : Air
Warjana : Mengeluarkan
Warna : Bentuk penampilan
Warsa : Tahun
Wasa : Berkekuatan, bersinar
Wasaka : Bertempat tinggal
Wasara : Siang hari
Wasi : Ada kemauan
Wasita : Berbau harum
Wasitwa : Kakuasaan
Wastu : Berharta benda
Wasudha : Negara
Wasundara : Bumi
Wasya : Ditundukkan
Wata : Angin
Wati : Pandai, berkemampuan
Wawi : Melaksanakan segera
Wayah : Usia penuh semangat
Wayasa : Burung gagak
Wayu : Angin
Wegig : Ceroboh
Wesa : Pakaian
Wibana : Nirwana
Wibasa : Mempergunakan kekerasan
Wibawa : Berkekuatan, bersinar
Wicaksana : Bijaksana
Wicara : Mendalam pertimbangannya
Wicarana : Kebimbangan
Widita : Diketahui
Wigani : Selalu dalam pengingatan
Wigata : Berangkat
Wija : Pelipis, dahi
Wikrama : Keteguhan hati
Wilapa : Ratapan
Wilasa : Kesenangan
Wiloka : Menjadi sadar
Wirasa : Hambar
Wirasana : Bersikap pahlawan
Wirati : Membebaskan diri dari hawa nafsu
Wisala : Sangat termasyhur
Wisaya : Mempunyai daerah kekuasaan
Wiskira : Yang menyebarkan
Wisma : Bersifat universal
Wistara : Jelas dan pandai
Wisti : Karya yang diwajibkan
Wita : Kekayaan
Witana : Berjumlah banyak
Wiwara : Celah
Wiyoga : Berpisah dengan derita
Y
Yajamana : Uang membiayai pengorbanan
Yajna : Taat sekali
Yajuh : Doa, mantera
Yakti : Penampilannya tampak jelas
Yama : Pengendalian diri
Yamanda : Dunia yama
Yamani : Neraka
Yantra : Alat, sarana
Yasa : Kemuliaan, kehormatan
Yasah : Nama harum
Yasti : Tongkat
Yatalia : Permainan pengisi waktu
Yatana : Kesengsaraan
Yatarta : Sesuai dengan keadaannya
Yatha : Menurut
Yati : Telah mengendalikan nafsunya
Yatita : Berusaha keras
Yatna : Mengerahkan tenaga
Yoga : Mencapai kesatuan
Yogi : Of the yoga practice
Yogini : Petapa wanita
Yogiswara : Pendeta, orang suci
Yogya : Patut, pantas
Yuganta : Akhir jaman

Maintenence KOLAM RENANG

Tips maintenance kolam renang, semoga bermanfaat untuk saudara pecinta, pengguna dan pemilik kolam renang, sehingga anda tidak susah,kesel dan risau dengan kolam renang hijau,kotor ataupun berlumut,
Untuk ukuran standar rumah tinggal kurang lebih 32m3(treatment awal setelah pengisian air)

Masukkan kaporit 60% kedalam saluran skimmer / vaccum sebanyak 2kg (posisi filter "RECICULATION valve saluran skimmer / vaccum terbuka dan maindrain tertutup sebelum merubah posisi matikan mesin)
setelah kira-kira sudah tercampur, masukkan trussi (Algesit) 1 kg icairkan dan masukkan lagi PAC 1 kg, soda Ash 1 kg dan tawas 6kg, dan setelah obat tercampur / bereaksi (handle filter diposisikan ke "FILTER" dan nyalakan mesin selama max 24 jam (untuk treatment awal saja, untuk normalnya 8 jam perhari)
Untuk esok harinya / setelah kotoran mengendap vaccum kolam renang dengan vaccum hosu yang sudah di sediakan ( Posiskan handle filter ke '' WASTE '' vaccum buang langsung kesaluran selokan supaya endapan yang kotor bisa langsung kebuang )
Dan jika air udah jernih tambahkan granular 90% sebanya 2 genggam orang dewasa dan sirkulasi air sampai dengan 8 jam supaya clhorine bisa mengikat air dan kuman2 bisa mati sehingga air siap pakai dan sesuai standrat air untuk berenang anda bisa memakai salah satu alat vaccum cleaner set yaitu TEST KIT dengan harga yang murah anda berenangpun ikut nyaman
Cara Maintenance Kolam Renang Setelah treatment
Supaya memenuhi standart air siap pakai maka air kolam renang di proses dan sebelumnya melalui proses yang sudah di tentukan di atas , Maka kami akan mengajarkan ke pada anda bagaimana cara menstabilkan air supaya air tidah mudah rusak atau sering kotor

Adapun cara maintenance atau perawatannya sebagai berikut :
Beri Obat kolam renang setiap 3 hari sekali sebelumnya air kolam renang di bersihkan dengan cara di vaccum kotoran melalui FILTER
Seperti contoh di atas apabila anda ingin vaccum normal, valve maindrain matikan, valve balancintank(oer flow sitem matikan dan buka valve saluran vaccum fitting untuk sistim over flow atau skimmer untuk sitim skimmer
Test kandungan PH air dan Chlorine Pada air kolam renang dengan menggunakan TEST KIT, apakah PH,CL kurang atau tidak
Jika kandungan air PH / Chlorine dalam keadaan stabil maka langkah kita selanjutnya menambah Chlorine dalam air tetap stabil dalam waktu tiga hari lagi maka tambahkan Chlorine 90% 1.5 - 2 Genggam tangan orang dewasa ( untuk ukuran standrat kurang lebih volume air 32m3) dan trussi 1 genggam dicairkan)dengan cara bergantian
Tambahkan Clhorine TABLET 90% sebanyak 3bj kedalam air kolam renang atau ke dalam balancintank, supaya clhorine tetap mengikat kandungan clhorine dan clhorine tidak mudah drop, dengan cara ini maka buktikan untuk hasil selanjutnya
Nyalakan mesin sirkulasi min 8 jam / hari dengan syarat handle filter di posisi FILTER
Dan untuk 3 hari berikutnya lakukan hal yang sama agar konentrasi air dalam keadaan stabil

PEMIMPIN

"pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".

Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
o Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
o Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan
tacit knowledge pada rekan-rekannya.
o Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
o Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.

Tugas Pemimpin
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara
efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.
7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
1. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.

Kriteria Seorang Pemimpin
Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan
sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang
pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata:
Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady
Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.
2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia
memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang
mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini
menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat
simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada
pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang
pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung
jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.
4. Pengikut : Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Pemimpin Sejati
Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:
1. Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.
4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

Persyaratan Pemimpin
Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:
1. S1DDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. FATHONAH artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. TABLIGH artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.

Di dalam Alkitab peminipin harus mempunya sifat dasar :
Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.

Pada ajaran Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA yang terdiri dari :
• DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah),
• SILA (bermoralitas tinggi),
• PARICAGA Imengorban segala sesuatu demi rakyat),
• AJJAVA (jujur dan bersih),
• MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun),
• TAPA (sederhana dalam penghidupan),
• AKKHODA (bebas dari kebencian dan permusuhan),
• AVIHIMSA (tanpa kekerasan)
• KHANTI (sabar, rendah hati, dan pemaaf),
• AVIRODHA (tidak menentang dan tidak menghalang-halangi).

Pada ajaran Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah:
• PANCA STITI DHARMENG PRABHU yang artinya lima ajaran seorang pemimpin,
• CATUR KOTAMANING NREPATI yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin
• ASTA BRATlA yang artinya delapan sifat mulia para dewa,

CATUR NAYA SANDHI yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam
Catur Naya Shandi pemimpin harus mempunyai sifat yaitu :
- SAMA /dapat menandingi kekuatan musuh
- BHEDA /dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja
- DHANA /dapat mengutamakan sandang dan papan untuk rakyat
- DANDHA / dapat menghukum dengan adil mereka yang bersalah.

Trait Theory (Keith Davis)
Ciri Utama Pemimpin Yang Berhasil
• Intelegensia
• Kematangan Sosial
• Inner Motivation
• Human Relation Attitude

Ciri-Ciri Pemimpin Sukses ( Stogdill; 1974)
• Adaptable To Situations
• Alert To Social Environment
• Ambitious And Achievement Oriented
• Assertive
• Cooperative 
• Decisive
• Dependable
• Dominant (Desire To Influence Others)
• Energetic (High Activity Level)
• Persistent
. Self-Confident
• Tolerant Of Stress
• Willing To Assujne Responsibility

Skills Pemimpin Sukses (Stogdill; 1974)
. Clever
. Conceptually Skilled
• Creative
• Diplomatic And Tactful
• Fluent In Speaking
• Knowledgeable About Group Task
• Organized (Administrative Ability)
• Persuasive
• Socially Skilled


Pengertian Kepemimpinan
Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :
1. Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan
mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki
(H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)
2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan
(Jacobs & Jacques, 1990, 281)
4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
(Slamet, 2002: 29)
5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
(Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)
6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)
7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).
8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
( Ngalim Purwanto ,1991:26)

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.

Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan:
1. Pendayagunaan Pengaruh
2. Hubungan Antar Manusia
3. Proses Komunikasi dan
4. Pencapaian Suatu Tujuan.

Unsur-Unsur Mendasar
Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:
1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).
2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.
3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan
Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;

a. Percaya pada orang lain : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk
staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan
pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan
kepedulian.
b. Keseimbangan dalam kehidupan : Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan
keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi.
Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.
c. Melihat kehidupan sebagai tantangan : Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d. Sinergi : Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi
adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja
kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang,
atasan, staf, teman sekerja.
e. Latihan mengembangkan diri sendiri : Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan:
1) pemahaman materi;
2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman;
3) mengajar materi kepada orang lain;
4) mengaplikasikan prinsip-prinsip;
5) memonitoring hasil;
6) merefleksikan kepada hasil;
7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi;
8) pemahaman baru; dan
9) kembali menjadi diri sendiri lagi.